5 Tips Bercocok-tanam Organik Ini Dapat Anda Terapkan di Rumah
Others

5 Tips Bercocok-tanam Organik Ini Dapat Anda Terapkan di Rumah

Pertanian organik beberapa tahun terakhir mengalami perkembangan yang cukup pesat di Indonesia. Masyarakat berbondong-bondong beralih menjadi petani organik dan Belajar Bertani organik dari yang sebelumnya hanya mengandalkan cara konvensional. Tak harus berada di pedesaan, bercocok-tanam organik juga dapat Anda terapkan di sekitar rumah. Berikut ini beberapa di antaranya.

  1. Pastikan Tanah yang Akan Digunakan Bebas dari Residu Kimia

Hal yang membuat sayuran organik terkesan spesial adalah karena dari proses penanaman hingga panennya tidak mengalami campur tangan kimia. Mulai dari bibit, pupuk sampai pestisida. Tak kalah penting untuk Anda perhatikan, Anda harus memastikan tanah yang dijadikan media tanam terbebas dari residu kimia.

Sebenarnya untuk memulai bercocok-tanam di perkotaan atau daerah sekitar rumah Anda bisa langsung membeli tanah organik yang banyak tersedia di toko-toko pertanian. Anda juga bisa membuat kompos dan mencampurkannya pada tanah media tanam beberapa minggu sebelum mulai menanam. Ini akan meningkatkan unsur hara dan kesuburan tanah.

  1. Gunakan Teknik Berkebun Hidroponik atau Vertikal

Jika lahan yang tersedia di sekitar rumah Anda cukup sempit, Anda bisa menggunakan teknik vertikal. Pada dasarnya teknik ini tidaklah jauh berbeda dengan teknik konvensional, hanya saja cara tanamannya dibuat vertikal ke atas tidak melebar menjejak tanah. Anda bisa menggunakan berbagai media tanam seperti pipa paralon atau media lainnya untuk menyusun tanaman.

Teknik hidroponik juga kurang lebih sama. Memiliki fungsi memaksimalkan ruang, teknik hidroponik juga banyak dipilih karena media tanam selain tanah cenderung memiliki masalah penyakit dan hama yang lebih sedikit. Menerapkan sistem vertikal hidroponik biasanya lebih mudah karena media tanam cenderung lebih ringan dari tanah.

  1. Pilih Tanaman yang Sesuai dengan Wilayah Anda

Sebelum memulai penanaman, ada baiknya Anda sedikit melakukan riset untuk memilih jenis tanaman yang cocok dengan kondisi wilayah Anda misalnya tanaman Cabai. Anda bisa mempertimbangkan masa tanam dan perawatan yang dibutuhkan oleh tanaman. Pertimbangkan juga zona pertumbuhan, curah hujan dan sinar matahari yang akan diterima oleh tanaman Anda.

Berdiskusilah dengan petani organik lokal atau staf di perkebunan setempat untuk mengetahui jenis tanaman yang paling mungkin tumbuh di wilayah Anda. Diskusikan juga cara yang tepat untuk merawatnya.

  1. Tanam juga Tanaman Pendamping dan Bunga di Sekitar Kebun Anda

Pertanian organik sangat bergantung pada sifat alam untuk melakukan penyerbukan. Anda bisa menanam bunga di dekat kebun untuk mendorong lebah dan serangga pembantu penyerbukan lainnya untuk membantu tanaman Anda.

Anda juga bisa menanam beberapa tanaman pendamping untuk mencegah hama serangga dan penyakit pada tanaman Anda. Contohnya jika Anda ingin menanam selada atau kubis, Anda bisa mendampinginya dengan menanam wortel atau mentimun. Kedua tanaman pendamping itu akan membantu mencegah serangga menyerang selada Anda.

  1. Beli Bibit Berkualitas dan Buatlah Kompos Organik Sendiri

Pekarangan rumah yang terbatas bisa jadi tidak memungkinkan Anda untuk menyemai bibit sendiri. Solusinya adalah Anda bisa langsung membeli bibit tanaman organik dari toko pertanian yang memiliki reputasi baik. Lebih baik lagi jika bibit organik yang Anda beli memiliki sertifikat sehingga terjamin kualitasnya.

Selain memudahkan Anda untuk bercocok tanam, membuat kompos organik sendiri juga akan menghemat pengeluaran Anda dalam merawat tanaman. Anda cukup menyediakan sebuah tong sebagai media pengurai dan menambahkan sisa-sisa sampah basah rumah tangga serta menutupnya dengan tanah.

Itulah beberapa cara yang bisa Anda terapkan jika ingin mencoba menjadi petani organik di rumah. Cara ini mungkin sedikit merepotkan pada awalnya tapi akan bisa mengurangi pengeluaran Anda untuk membeli sayuran organic yang umumnya memiliki harga di atas rata-rata.