Menikmati Suasana Tenang di Ketinggian Cameron Highlands
Wisata

Menikmati Suasana Tenang di Ketinggian Cameron Highlands

Tidak jauh dari kepadatan Kuala Lumpur, membentang sebuah dataran tinggi, yang di era kolonial Inggris, pernah disebut sebagai Salzburg-nya Malaysia. Mengusung nama Cameron Highlands, wilayah pertama kali diekspos oleh Sir William Cameron pada 1885, diubahnya menjadi area perkebunan dan tempat tetirah yang sejuk.

Terletak sekitar 193 kilometer berkendara dari Kuala Lumpur, Cameron Highlands adalah rumah bagi ekosistem yang menggabungkan flora dan fauna tropis, dengan lanskap subur di iklim yang lebih sejuk.

Wilayah ini mulau menandakan perkembangan signifikan sejak era 1920-an, di mana menjadi pusat budidaya teh, sayuran, dan kini berbagai tanaman organik yang sehat. Ketika kolonial Inggris mulai menetap di daerah itu, mereka membawa sejumlah besar orang India yang hingga keturunannya  saat ini, masih bekerja di perkebunan lokal, membuka jasa hospitality, dan berbagai bisnis lainnya.

Mengingat perannya yang pernah menjadi tempat tetirah masyarakat colonial Inggris, membuat banyak bangunan di Cameron Highlands  merupakan campuran arsitektur ” Gothic yang kuat dan kemewahan Tudor ”, di mana hal tersebut merupakan bentuk cerminan dan rasa rindu akan suasana kampung halaman di Eropa.

Masih terawat hingga hari ini, bangunan-bangunan asli tersebut termasuk Bala’s Holiday Chalet, yang dibangun pada tahun 1935 sebagai Perguruan Tinggi Tanglin; Cameron Highlands Golf Club; dan Smokehouse, yang dibangun sebagai rumah peristirahatan pada 1939 dan sekarang menjadi pusat akomodasi yang menawan.

Bahkan untuk tujuan wisata di era modern, daya tarik Cameron Highlands hampir sama dengan di masa kolonial, yakni deretan bangunan tua nan cantik, yang memberikan jeda dari kota-kota pantai yang panas dan lembab di Malaysia. Selain itu, kawasan ini juga memiliki jalan-jalan yang dipagari pepohonan rindang di perbukitan, lapangan golf berkelas internasional, dan ritual minum teh sore yang legendaris.

Hal paling terakhir disebut adalah ritual yang sangat menyenangkan. Apalagi jika menikmatinya di Smokehouse, sebuah restoran legendaris yang juga merupakan penyedia shortbread terbaik di Cameron Highlands. Di sini, kamu dapat menikmati scone yang ringan dan halus, disiram dengan krim beku dan selai strawberry buatan sendiri, serta disajikan dengan teh Earl Grey yang harum.

Interior restoran ini juga menyiratkan tentang nuansa klasik, mulai dari hiasan hollyhock yang seolah mengangguk hormat kepada setiap tamu yang datang, mawar dan geranium yang ditanam di cekluar luar jendela, serta cerobong asap yang masih berfungsi baik. Semuanya terlihat semakin khas Inggris, ketika mentap keluar, kamu akan melihat hutan lebat, yang dipagari oleh kebun berisi ubi raksasa, jahe merah, bunga aprikot lembut, dan serangkaian kecil bunga hibiscus merah muda yang berbenturan dengan batang vermilion dari bambu.

Lokasi penyaji ritual teh sore lainnya yang patut diperhitungkan adalah di Cameron Highlands Resort, sebuah tetirah mewah yang buka sejak dekade 1930-an, sebagai hotel 16-kamar. Di sini, teh begitu dipuja dan masuk sebagai insur utama dari banyak layanan mewah yang ditawarkannya. Seperti misalnya untuk perawatan spa, kamu akan terlebih dahulu mendapat sesi berendam dengan ekstrak teh, yang ditemani oleh secangkir teh dan scone kecil.

Selain itu, sejauh mata mendang, baik dari area komunal hingga masing-masing kamar, akan memperlihatkan keindahan perkebunan teh, lahan tanam strawberry dan peternakan madu. Hal yang terakhir disebut sangat menarik untuk dijelajahi, di mana di dalamnya terdapat peternakan kupu-kupu dan serangga. Seluruh area tersebut dihubungan oleh jalur pejalan kaki, yang di kiri kanannya berjajar kafe Melayu, China, dan India, toko-toko suvenir, serta gerai wisata petualangan.

Di lain pihak, berkembangnya tren turisme backpacker di Cameron Highlands, mendandkaan bahwa kawasan ini memiliki  cukup banyak atraksi petualangan. Bebrapa yang tengah menjadi primadona saat ini adalah arung jeram, trekking menyusuri hutan, melakukan tradisi sumpitan dengan penduduk asli lokal, dan mendaki puncak-puncak ketinggian yang indah. Ada juga 14 jalur pendakian yang ditandai di Cameron Highlands, beberapa di antaranya pertama kali ditemukan oleh militer Inggris di dekade 1950-an, menjelang penyerahan kemerdekaan kepada Malaysia.

Lebih dari itu, untuk menambahkan kesan petualangan yang tidak terlupakan di Cameron Highlands, kunjungilah  Mossy Forest Walkway, yakni berupa jalan kayu yang ditinggikan melalui kanopi hutan tepat di bawah puncak Gunung Brinchang. Di sini, kamu akan merasakan suasana trekking di hutan tropis, yang sesekali berpadu dengan  lintasan perkebunan dan perbukitan, yang menawarkan lanskap pemandangan hijau memukau.

Bisa jadi William Cameron benar-benar mencintai dataran ini, hingga kemudian memilih untuk menghabiskan waktu di dataran tinggi yang sejuk dan hijau ini, setelah menuntaskan masa baktinya pada pemerintah kolonial Inggris di Kuala Lumpur.

Untuk dapat merasakan pengalaman nyata bertetirah di Cameron Highlands, akses terdekat adalah melalui Kuala Lumpur, yang memiliki banyak rute penerbangan dari Indonesia. Salah satu maskapai paling direkomendasikan untuk perjalanan berkesan –dengan layanan prima– ke Kuala Lumpur dan kota-kota lainnya di Negeri Jiran adalah Malaysia Airlines.

Maskapai kebanggaan Malaysia itu kini dikenal sebagai salah satu peneydia layanan dirgantara dengan jumlah armada pesawat baru terbanyak di Asia. Temukan harga menarik untuk kenayaman terbang ke Negeri Jiran dengan berburu tiket pesawat di aplikasi Traveloka. Tidak hanya itu, kamu juga berkesempatan mendapat beragam penawaran menarik, seperti potongan harga, bonus pilihan, dan masih banyak lainnya.